Image from Google Jackets
Image from OpenLibrary

Sutan Sjahrir : Renungan dan Perjuangan

By: Contributor(s): Material type: TextLanguage: Indonesian Jakarta Djambatan 1990Description: xxiv, 294 hlm. 21 cmISBN:
  • 979-428-146-6
Subject(s): Genre/Form: DDC classification:
  • 923.
Summary: Bagian I dari buku ini adalah kumpulan surat dan karangan Sjahrir yang ditulis dalam periode 1934-1938, sdangkan Bagian II adalah kisah Sjahrir setelah keluar dari pengasingan hingga kehadirannya di Dewan Keamanan PBB sebagai Ketua Delegasi Indonesia yang bertugas mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia terhadap agresi Belanda (1947), menunjang perjuangan bersenjata di dalam negeri. Dalam masa pra-Gestapu, Sjahrir yang pernah menjadi Perdana Menteri RI dalam 3 kabinet berturut-turut, bersama beberapa pemimpin politik lainnya, ditahan dan dipenjarakan atas dasar fitnah (1962). Masih dalam status tahanan politik ia meninggal di Swiss tempat ia berobat karena sakit.
Tags from this library: No tags from this library for this title. Log in to add tags.
Star ratings
    Average rating: 0.0 (0 votes)
Holdings
Cover image Item type Current library Home library Collection Shelving location Call number Materials specified Vol info URL Copy number Status Notes Date due Barcode Item holds Item hold queue priority Course reserves
Books SMP IPEKA Tomang General stacks 923. SJA s (Browse shelf(Opens below)) Available 0239600204

Bagian I dari buku ini adalah kumpulan surat dan karangan Sjahrir yang ditulis dalam periode 1934-1938, sdangkan Bagian II adalah kisah Sjahrir setelah keluar dari pengasingan hingga kehadirannya di Dewan Keamanan PBB sebagai Ketua Delegasi Indonesia yang bertugas mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia terhadap agresi Belanda (1947), menunjang perjuangan bersenjata di dalam negeri. Dalam masa pra-Gestapu, Sjahrir yang pernah menjadi Perdana Menteri RI dalam 3 kabinet berturut-turut, bersama beberapa pemimpin politik lainnya, ditahan dan dipenjarakan atas dasar fitnah (1962). Masih dalam status tahanan politik ia meninggal di Swiss tempat ia berobat karena sakit.