Amazon cover image
Image from Amazon.com
Image from Google Jackets
Image from Coce
Image from OpenLibrary

Martin Luther King

By: Contributor(s): Material type: TextLanguage: Indonesian Jakarta Gramedia Pustaka Utama 1994Description: 96 hlm. 21 cmISBN:
  • 979-511-973-7
Subject(s): Genre/Form: DDC classification:
  • 923.
Summary: Buku ini berisi tentang Martin Luther King. King adalah tokoh sentral dlam kampanye memperjuangkan hak-hak sipil bagi orang kulit hitam di Amerika Serikat antara tahun 1950-an hingga 1960-an. Ia selalu khawatir suatu hari akan mengalami kematian akibat kekerasan di tangan orang kulit putih yang membencinya. Orang-orang kulit putih bersikeras untuk tetap menjalankan cara tersebut, namun Martin Luther King juga bersikeras untuk mengubahnya dan ia tahu bahwa kebencian bukanlah cara yang tepat. Pengikut King banyak yang diserang dan dipukuli di jalan-jalan karena keyakinannya itu, bahkan ribuan di penjara. Tetapi, King mengajarkan mereka untuk tidak menyebarkan kebencian. King tewas dengan keyakinan yang dianutnya itu, tetapi kini orang kulit hitam Amerika memiliki kepercayaan diri. Saat Martin Luther King terbunuh oleh seorang penembak pada tanggal 4 April 1968, bayak orang di dunia yang meneteskan air mata.
Tags from this library: No tags from this library for this title. Log in to add tags.
Star ratings
    Average rating: 0.0 (0 votes)
Holdings
Cover image Item type Current library Home library Collection Shelving location Call number Materials specified Vol info URL Copy number Status Notes Date due Barcode Item holds Item hold queue priority Course reserves
Books SMP IPEKA Tomang General stacks 923. SCH m (Browse shelf(Opens below)) Available 0239600008

Buku ini berisi tentang Martin Luther King. King adalah tokoh sentral dlam kampanye memperjuangkan hak-hak sipil bagi orang kulit hitam di Amerika Serikat antara tahun 1950-an hingga 1960-an. Ia selalu khawatir suatu hari akan mengalami kematian akibat kekerasan di tangan orang kulit putih yang membencinya. Orang-orang kulit putih bersikeras untuk tetap menjalankan cara tersebut, namun Martin Luther King juga bersikeras untuk mengubahnya dan ia tahu bahwa kebencian bukanlah cara yang tepat. Pengikut King banyak yang diserang dan dipukuli di jalan-jalan karena keyakinannya itu, bahkan ribuan di penjara. Tetapi, King mengajarkan mereka untuk tidak menyebarkan kebencian. King tewas dengan keyakinan yang dianutnya itu, tetapi kini orang kulit hitam Amerika memiliki kepercayaan diri. Saat Martin Luther King terbunuh oleh seorang penembak pada tanggal 4 April 1968, bayak orang di dunia yang meneteskan air mata.