Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-kunang di langit Jakarta
- 1
- xxvi, 214 hlm. ilus. 21 cm
Dibungkus dalam alur sederhana dan bahasa yang mudah diikuti, tetapi memancing imajinasi yang tinggi, dengan dorongan oleh tindakan yang tidak kenal menyerah. Kunang-kunang di langit Jakarta mengunyah simbolisasi menjadi jiwa-jiwa yang melayang di setiap gedung, yang dulu menjadi situs pemerkosaan serta kemalangan yang terjadi pada saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarta.