Setelah Air Mata Kering : Masyarakat Tionghoa Pasca-Peristiwa Mei 1998 - 1 - ix, 250 hlm. ilus. 21 cm

Kerusuhan anti-Tionghoa Mei 1998 dapat dikatakan sebuah tonggak sejarah paling buruk dalam kehadiran orang Tionghoa di Indoensia. Peristiwa itu brutal, kejang, berdarah, dan tak berperikemanusiaan. Sepuluh tahun kemudian beberapa orang berkumpul untuk merenungkan peristiwa itu melihat apa-apa saja yang telah dicapai. Buku ini menyajikan bahasan yang menarik dan sering Provokatif, membeberkan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh orang etnis Tionghoa Pasca-Mei 1998.

978-979-709-472-0


0


Grade 10-12

303.6