01182nam a2200181Ia 450000500170000000800410001702000220005804100080008008200090008810000170009724500100011425000060012426400280013030000200015852008020017865000060098065500140098620260922095655.0260922s9999 xx 000 0 und d a978-602-6922-32-8 aind aF00.1 aAZKIA, Radin10aMaps  a4 aJakartabLoveablec2016 a372 hlm.c19 cm aGue bukannya mau lo jadi perawan tua,” ucap Gellar. Perlahan senyumnya berubah menjadi senyum iba pada dirinya sendiri. “Gue juga sebenarnya gak mau kesepian.” Lanjutnya. “Gue tau itu egois banget. Tapi gue gak punya siapa-siapa. Nanti kalo lo pacaran sama orang, terus gue gak bisa peluk-peluk lo lagi dong? Gue gak bisa tidur sama lo lagi, gue gak bisa ke rumah lo setiap hari, gue gak bisa godain lo lagi. Kalo gue main sama lo terus, nanti cowok lo marah. Terus lo lebih milih cowok lo daripada gue, terus gue sendirian main PS di kamar. Nanti gue bikin mie sendiri, bikin teh sendiri, bangun sendiri. Gue gak mau, Ta. Gue gak mau sendirian.” Gita terdiam, merasa seperti dirinya di dorong dari jendela apartemen ke lantai dasar. “Jangan marah lagi ya, Gitgit. Gue minta maaf.” 4a0 aGrade 7-9