Penyembahan bersujud selalu dimulai dengan sikap hati. Pada saat kita begitu merindukan disanjungnya Kristus, kita menemukan diri kita sendiri semakin surut ke tanah dalam suatu tindakan penyerahan diri dengan penuh rasa hormat dan sujud. Kita menjadi begitu tertawan oleh yang mahakuasa sehingga membungkuk rendah dalam penyerahan diri sejati dan sepenuhnya tampak sebagai satu-satunya tanggapan yang layak.