Novel ini berkisah tentang tiga remaja yang berpetualang dalam menghadapi bencana. Misalnya, Nisa yang harus bertahan di puing-puing tanpa amkanan lebih dari sehari semalam, lalu Aji yang jadi relawan dadakan, dan Ayomiyang merasa dunianya hilang dalam sekejap gara-gara- isu tsunami fiktif.