Dalam pergolakan menjelang dekade abad keenam belas. Kekaisaran Jepang menggeliat dalam kekacau balauan ketika keshogunan tercerai berai dan panglima-panglima perang musuh berusaha merebut kemenangan. Benteng-benteng dirusak, desa-desa dijarah, ladang-ladang dibakar. DI tengah-tengah penghancuran ini, muncul tiga orang yang bercita-cita mempersatukan bangsa. Nobunaga yang ekstrem, penuh kharisma, namun brutal, leyasu yang tenang, berhati-hati, bijaksana, berani di medan perang dan dewasa.