Amazon cover image
Image from Amazon.com
Image from Google Jackets
Image from Coce
Image from OpenLibrary

Yap Thiam Hien : Sang Pendekar Keadilan

By: Contributor(s): Material type: TextLanguage: Indonesian Jakarta Kepustakaan Populer Gramedia 2018Edition: 5Description: ix, 157 hlm. ilus. 23 cmISBN:
  • 978-602-424-220-6
Subject(s): Genre/Form: DDC classification:
  • 923.
Summary: Sesungguhnya dia punya pilihan gampang dan menye- nangkan. Dengan gelar Meester in de Rechten dari Univer- sitas Leiden, ia tak kurang suatu apa untuk menjadi kaya raya dan sejahtera Namun, Yap Thiam Hien memilih jalan lain. Misalnya: Ketika kantor pengacara lain mengenakan tarip Rp40 juta per klien, biaya yang dikutip Yap hanya Rp5-10 juta. Tak jarang ia menggratiskan jasa kepengacaraannya. Pembelaannya memburu kebenaran, bukan sekadar kemenangan. Apa- lagi hanya merapat kepada siapa yang berani bayar atau berkuasa Maka, tukang kecap ia bela. Dalam sidang Soe- bandrio-bekas wakil pendana menteri yang sebenarnya musuh politik Yap dan didakwa terlibat kudeta 1965-ia tampil sebagai pembela. "Jika Saudara hendak menang perkara jangan pilih saya sebagai pengacara Anda, karena kita pasti akan kalah. Tapi, jika Saudara cukup dan puas mengemukakan kebe- naran Saudara, saya mau menjadi pembela Saudara." Itu prinsip sang bahadur. Kisah Yap Thiam Hien merupakan jilid pertama seri "Pene gak Hukum", yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo, Juni 2013, untuk memperingati 100 tahun hari lahir Yap. Menyorot sepak terjang para pen- dekar hukum
Tags from this library: No tags from this library for this title. Log in to add tags.
Star ratings
    Average rating: 0.0 (0 votes)
Holdings
Cover image Item type Current library Home library Collection Shelving location Call number Materials specified Vol info URL Copy number Status Notes Date due Barcode Item holds Item hold queue priority Course reserves
Teacher's Book SMA IPEKA Sunter Teacher and Staff Resource 923. YUL y (Browse shelf(Opens below)) Available 0542000079

Sesungguhnya dia punya pilihan gampang dan menye- nangkan. Dengan gelar Meester in de Rechten dari Univer- sitas Leiden, ia tak kurang suatu apa untuk menjadi kaya raya dan sejahtera Namun, Yap Thiam Hien memilih jalan lain. Misalnya: Ketika kantor pengacara lain mengenakan tarip Rp40 juta per klien, biaya yang dikutip Yap hanya Rp5-10 juta. Tak jarang ia menggratiskan jasa kepengacaraannya. Pembelaannya memburu kebenaran, bukan sekadar kemenangan. Apa- lagi hanya merapat kepada siapa yang berani bayar atau berkuasa Maka, tukang kecap ia bela. Dalam sidang Soe- bandrio-bekas wakil pendana menteri yang sebenarnya musuh politik Yap dan didakwa terlibat kudeta 1965-ia tampil sebagai pembela. "Jika Saudara hendak menang perkara jangan pilih saya sebagai pengacara Anda, karena kita pasti akan kalah. Tapi, jika Saudara cukup dan puas mengemukakan kebe- naran Saudara, saya mau menjadi pembela Saudara." Itu prinsip sang bahadur. Kisah Yap Thiam Hien merupakan jilid pertama seri "Pene gak Hukum", yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo, Juni 2013, untuk memperingati 100 tahun hari lahir Yap. Menyorot sepak terjang para pen- dekar hukum