Setelah Air Mata Kering : Masyarakat Tionghoa Pasca-Peristiwa Mei 1998
Material type:
TextLanguage: Indonesian Jakarta Kompas 2010Edition: 1Description: ix, 250 hlm. ilus. 21 cmISBN: - 978-979-709-472-0
- 303.6
| Cover image | Item type | Current library | Home library | Collection | Shelving location | Call number | Materials specified | Vol info | URL | Copy number | Status | Notes | Date due | Barcode | Item holds | Item hold queue priority | Course reserves | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Books
|
SMA IPEKA Sunter | General stacks | 303.6 WIB s (Browse shelf(Opens below)) | Available | 0541000215 |
Kerusuhan anti-Tionghoa Mei 1998 dapat dikatakan sebuah tonggak sejarah paling buruk dalam kehadiran orang Tionghoa di Indoensia. Peristiwa itu brutal, kejang, berdarah, dan tak berperikemanusiaan. Sepuluh tahun kemudian beberapa orang berkumpul untuk merenungkan peristiwa itu melihat apa-apa saja yang telah dicapai. Buku ini menyajikan bahasan yang menarik dan sering Provokatif, membeberkan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh orang etnis Tionghoa Pasca-Mei 1998.