Amazon cover image
Image from Amazon.com
Image from Google Jackets
Image from Coce
Image from OpenLibrary

Jingga

By: Material type: TextLanguage: Indonesian Jakarta Pustaka Hermon 2009Edition: 1Description: 448 hlm. 21 cmISBN:
  • 979-3755-10-5
Subject(s): Genre/Form: DDC classification:
  • F00.
Summary: Tan Hsiao Pink, lahir dengan nasib buruk yang sudah menempel pada hidupnya. Dibuang oleh keluarganya. Tidak ada yang menyayanginya kecuali kalau ingin memanfaatkannya. Beberapa kali ia harus berkorban. Beberapa kali ia harus menelan kekecewaan. Beberapa kali ia putus asa tanpa mampu memperoleh jalan keluar. Benarkah uang merupakan satu-satunya jalan keluar dari nasib buruknya?. Bertemu dengan Sergie, pria itu bagaikan sebuah sungai di tengah padang gurun yang dilewatinya. Tapi sayang, ia telah memulainya dengan kebohongan. Maka ia harus meneruskannya dengan dusta-dusta yang lain. Akhirnya satu demi satu kebohongannya mulai terbongkar. Mampukah ia keluar dari nasib buruknya?
Tags from this library: No tags from this library for this title. Log in to add tags.
Star ratings
    Average rating: 0.0 (0 votes)
Holdings
Cover image Item type Current library Home library Collection Shelving location Call number Materials specified Vol info URL Copy number Status Notes Date due Barcode Item holds Item hold queue priority Course reserves
Books SMA IPEKA Sunter General stacks F00. JES j (Browse shelf(Opens below)) Available 0540900207

Browsing SMA IPEKA Sunter shelves,Shelving location: General stacks Close shelf browser (Hides shelf browser)

Tan Hsiao Pink, lahir dengan nasib buruk yang sudah menempel pada hidupnya. Dibuang oleh keluarganya. Tidak ada yang menyayanginya kecuali kalau ingin memanfaatkannya. Beberapa kali ia harus berkorban. Beberapa kali ia harus menelan kekecewaan. Beberapa kali ia putus asa tanpa mampu memperoleh jalan keluar. Benarkah uang merupakan satu-satunya jalan keluar dari nasib buruknya?. Bertemu dengan Sergie, pria itu bagaikan sebuah sungai di tengah padang gurun yang dilewatinya. Tapi sayang, ia telah memulainya dengan kebohongan. Maka ia harus meneruskannya dengan dusta-dusta yang lain. Akhirnya satu demi satu kebohongannya mulai terbongkar. Mampukah ia keluar dari nasib buruknya?