Amazon cover image
Image from Amazon.com
Image from Google Jackets
Image from Coce
Image from OpenLibrary

Maps

By: Material type: TextLanguage: Indonesian Jakarta Loveable 2016Edition: 4Description: 372 hlm. 19 cmISBN:
  • 978-602-6922-32-8
Subject(s): Genre/Form: DDC classification:
  • F00.
Summary: Gue bukannya mau lo jadi perawan tua,” ucap Gellar. Perlahan senyumnya berubah menjadi senyum iba pada dirinya sendiri. “Gue juga sebenarnya gak mau kesepian.” Lanjutnya. “Gue tau itu egois banget. Tapi gue gak punya siapa-siapa. Nanti kalo lo pacaran sama orang, terus gue gak bisa peluk-peluk lo lagi dong? Gue gak bisa tidur sama lo lagi, gue gak bisa ke rumah lo setiap hari, gue gak bisa godain lo lagi. Kalo gue main sama lo terus, nanti cowok lo marah. Terus lo lebih milih cowok lo daripada gue, terus gue sendirian main PS di kamar. Nanti gue bikin mie sendiri, bikin teh sendiri, bangun sendiri. Gue gak mau, Ta. Gue gak mau sendirian.” Gita terdiam, merasa seperti dirinya di dorong dari jendela apartemen ke lantai dasar. “Jangan marah lagi ya, Gitgit. Gue minta maaf.”
Tags from this library: No tags from this library for this title. Log in to add tags.
Star ratings
    Average rating: 0.0 (0 votes)
Holdings
Cover image Item type Current library Home library Collection Shelving location Call number Materials specified Vol info URL Copy number Status Notes Date due Barcode Item holds Item hold queue priority Course reserves
Books SMP IPEKA Sunter General stacks F00. AZK m (Browse shelf(Opens below)) Available 0531800042

Gue bukannya mau lo jadi perawan tua,” ucap Gellar. Perlahan senyumnya berubah menjadi senyum iba pada dirinya sendiri. “Gue juga sebenarnya gak mau kesepian.” Lanjutnya. “Gue tau itu egois banget. Tapi gue gak punya siapa-siapa. Nanti kalo lo pacaran sama orang, terus gue gak bisa peluk-peluk lo lagi dong? Gue gak bisa tidur sama lo lagi, gue gak bisa ke rumah lo setiap hari, gue gak bisa godain lo lagi. Kalo gue main sama lo terus, nanti cowok lo marah. Terus lo lebih milih cowok lo daripada gue, terus gue sendirian main PS di kamar. Nanti gue bikin mie sendiri, bikin teh sendiri, bangun sendiri. Gue gak mau, Ta. Gue gak mau sendirian.” Gita terdiam, merasa seperti dirinya di dorong dari jendela apartemen ke lantai dasar. “Jangan marah lagi ya, Gitgit. Gue minta maaf.”