Amazon cover image
Image from Amazon.com
Image from Google Jackets
Image from Coce
Image from OpenLibrary

Deadly Inferno : Battle of the Wilderness No.12 =Neraka maut : pertempuran Wilderness

By: Contributor(s): Material type: TextLanguage: Indonesian Jakarta Kepustakaan Populer Gramedia 2008Edition: 1Description: 47 hlm. ilus. 25 cmISBN:
  • 978-979-91-0133-4
Subject(s): Genre/Form: DDC classification:
  • 940.
Summary: 5-6 Mei 1864 Ulysses S. Grant, Jenderal Pasukan Union, berencana mencegat pasukan Konfederasi Jenderal Robert E. Lee yang hendak kembali ke Richmond. Ibukota Konfederasi. Namun ketika mengetahui niat musuh. Lee segera menggerakan pasukannya untuk menyerang Grant. pasukan Union dan Konfederasi bentork di Wilderness, Spotsylvania Country, Viriginia, medan tempur yang amat berat berupa hutan asap, dan api. Kedua pasukan terlibat pertempuran yang kalut samapai pada jenderal Konfereasi tertembak oleh pasukannya sendiri yang baru terakhir ketika kebakaran besar memaksa kedua pihak mundur
Tags from this library: No tags from this library for this title. Log in to add tags.
Star ratings
    Average rating: 0.0 (0 votes)
Holdings
Cover image Item type Current library Home library Collection Shelving location Call number Materials specified Vol info URL Copy number Status Notes Date due Barcode Item holds Item hold queue priority Course reserves
Books SMP IPEKA Sunter General stacks 940. ABN d.12 (Browse shelf(Opens below)) Available 0530800690

5-6 Mei 1864 Ulysses S. Grant, Jenderal Pasukan Union, berencana mencegat pasukan Konfederasi Jenderal Robert E. Lee yang hendak kembali ke Richmond. Ibukota Konfederasi. Namun ketika mengetahui niat musuh. Lee segera menggerakan pasukannya untuk menyerang Grant. pasukan Union dan Konfederasi bentork di Wilderness, Spotsylvania Country, Viriginia, medan tempur yang amat berat berupa hutan asap, dan api. Kedua pasukan terlibat pertempuran yang kalut samapai pada jenderal Konfereasi tertembak oleh pasukannya sendiri yang baru terakhir ketika kebakaran besar memaksa kedua pihak mundur