Amazon cover image
Image from Amazon.com
Image from Google Jackets
Image from Coce
Image from OpenLibrary

George and Sam : Mengapa Kedua anakku Autis?

By: Material type: TextLanguage: Indonesian Jakarta Elex Media Komptindo 2004Edition: 1Description: xxi, 334 hlm. ilus. 20 cmISBN:
  • 978-979-27-3929-9
Subject(s): Genre/Form: DDC classification:
  • 158.1
Summary: Bagi Charlotte sang ibu, George dan sam adalah pencipta masalah sekaligus sumber kebahagiaan. Keduanya hanya mau menyantap makanan tertentu, tidak punya rasa takut akan bahaya, pendengarannya terlalu peka, dan terus mengulang tontonan film kartun yang sama. Mereka takkan penah sama seperti anak-anak lainnya yang secara alami tumbuh menjadi pribadi dewasa yang mandiri. namun Charlotte yang membesarkan mereka sendirian, bersama putra ketiganya Jake yang tidak autis menolak mengasihani diri sendiri ataupun anak-anaknya. Dalam buku yang memberi pencerahan dan penuh inspirasi ini, dengan cerdas Charlotte menceritakan kehidupan keluarganya. Dari sejak menyadari anak sulungnya autis dan menerima kenyataan bahwa tidak ada yang bisa menyembuhkannya, sampai menceritakan ritual anak dan lucu dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Tags from this library: No tags from this library for this title. Log in to add tags.
Star ratings
    Average rating: 0.0 (0 votes)
Holdings
Cover image Item type Current library Home library Collection Shelving location Call number Materials specified Vol info URL Copy number Status Notes Date due Barcode Item holds Item hold queue priority Course reserves
Books SMP IPEKA Sunter General stacks 158.1 MOO g (Browse shelf(Opens below)) Available 0530800681

Bagi Charlotte sang ibu, George dan sam adalah pencipta masalah sekaligus sumber kebahagiaan. Keduanya hanya mau menyantap makanan tertentu, tidak punya rasa takut akan bahaya, pendengarannya terlalu peka, dan terus mengulang tontonan film kartun yang sama. Mereka takkan penah sama seperti anak-anak lainnya yang secara alami tumbuh menjadi pribadi dewasa yang mandiri. namun Charlotte yang membesarkan mereka sendirian, bersama putra ketiganya Jake yang tidak autis menolak mengasihani diri sendiri ataupun anak-anaknya. Dalam buku yang memberi pencerahan dan penuh inspirasi ini, dengan cerdas Charlotte menceritakan kehidupan keluarganya. Dari sejak menyadari anak sulungnya autis dan menerima kenyataan bahwa tidak ada yang bisa menyembuhkannya, sampai menceritakan ritual anak dan lucu dalam kehidupan sehari-hari mereka.