Mendaki Bukit Terjal : Masalah dan Kebijakan Ekonomi Indonesia yang Krisis
Material type:
TextLanguage: Indonesian Jakarta Universitas Trisakti 2006Description: v, 279 hlm. 21.5 cmISBN: - 979-8398-99-8
- 330.9598
| Cover image | Item type | Current library | Home library | Collection | Shelving location | Call number | Materials specified | Vol info | URL | Copy number | Status | Notes | Date due | Barcode | Item holds | Item hold queue priority | Course reserves | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Books
|
SMA IPEKA Tomang | General stacks | 330.9598 SAN m (Browse shelf(Opens below)) | Available | 0240800433 |
Browsing SMA IPEKA Tomang shelves,Shelving location: General stacks Close shelf browser (Hides shelf browser)
|
|
|
|
|
|
|
||
| 330.9598 ISM s Sistem Ekonomi Indonesia : Tafsiran Pancasila dan UUD 1945 | 330.9598 LIE s Survive! Dari Badai Krisis | 330.9598 MAC p Perekonomian Indonesia Pasca Reformasi | 330.9598 SAN m Mendaki Bukit Terjal : Masalah dan Kebijakan Ekonomi Indonesia yang Krisis | 332. KIY r Rich Brother risk Sister | 332. KIY s Second Change : untuk UAng, Hidup dan Dunia Kita | 332. KIY w Why The Rich Are Getting Richer ? |
Mendaki Bukit Terjal merupakan kiasan yang tepat untuk menggambarkan situasi ekonomi Indonesia sejak krisis di penghujung 90-an hingga sekarang. Krisis yang begitu parah, seperti terlukiskan sebagai bukit terjal, dalam kenyataannya memang tak mudah disiasati. Fakta ini tidak dapat dipungkiri juga amat terkait dengan adanya faktor-faktor kelemahan struktural yang menghinggapi perekonomian itu sendiri. Dan, kita harus mengakui bahwa proses pemulihan itu sudah menampakkan hasil disana-sini, namun masih jauh dari harapan.