Amazon cover image
Image from Amazon.com
Image from Google Jackets
Image from Coce
Image from OpenLibrary

Dalam Bayang-Bayang Lenin : Enam Pemikir Marxisme dari Lenin sampai Tan Malaka

By: Material type: TextLanguage: Indonesian Jakarta Gramedia Pustaka Utama 2005Description: xx, 263 hlm. 20 cmISBN:
  • 979-22-0579-9
Subject(s): Genre/Form: DDC classification:
  • 923.
Summary: Buku ini menguraikan pemikiran-pemikiran Lenin. Uraiannya semakin lemngkap dengan penjelasan menganai lima tokoh lain pemikir Marxis Leninis independen yang paling cemerlang : - Leon Trotsky dengan teori Revolusi Permanen - Georg Lukacs dengan History and Class-Conciousness, buku Marxisme paling berpengaruh - Karl Korsch yang merehabilitasikan hakikat filosofi teori Karl Marx - Antonio Gramsei yang menemukan kembali faktor hegemoni intelektual - Tan Malaka dengan karya raksasanya: Madilog Tulisan ini ditulis secara kritis dan tajam, diulas bagaimana konsepsi Lenin yang mencita-citakan penghapusan segala ketetindasan justru menjadi dasar sistem kekuasaan paling totaliter dalam sejarah umat manusia.
Tags from this library: No tags from this library for this title. Log in to add tags.
Star ratings
    Average rating: 0.0 (0 votes)
Holdings
Cover image Item type Current library Home library Collection Shelving location Call number Materials specified Vol info URL Copy number Status Notes Date due Barcode Item holds Item hold queue priority Course reserves
Books SMA IPEKA Tomang General stacks 923. MAG d (Browse shelf(Opens below)) Available 0240600077

Buku ini menguraikan pemikiran-pemikiran Lenin. Uraiannya semakin lemngkap dengan penjelasan menganai lima tokoh lain pemikir Marxis Leninis independen yang paling cemerlang : - Leon Trotsky dengan teori Revolusi Permanen - Georg Lukacs dengan History and Class-Conciousness, buku Marxisme paling berpengaruh - Karl Korsch yang merehabilitasikan hakikat filosofi teori Karl Marx - Antonio Gramsei yang menemukan kembali faktor hegemoni intelektual - Tan Malaka dengan karya raksasanya: Madilog Tulisan ini ditulis secara kritis dan tajam, diulas bagaimana konsepsi Lenin yang mencita-citakan penghapusan segala ketetindasan justru menjadi dasar sistem kekuasaan paling totaliter dalam sejarah umat manusia.