Amazon cover image
Image from Amazon.com
Image from Google Jackets
Image from Coce
Image from OpenLibrary

Dari Salemba ke Pulau Buru

By: Contributor(s): Material type: TextLanguage: Indonesian Jakarta Institut Studi Arus Informasi 2002Description: 324 hlm. 21 cmISBN:
  • 979-8933-42-7
Subject(s): Genre/Form: DDC classification:
  • 923.
Summary: Buku Dari Salemba ke Pulau Buru ini berisi tentang memoar seorang tapol orde baru. Dimana, pada masa mudanya penulis bercita-cita ingin menjadi seorang dokter, tetapi jalan hidupnya terlalu jauh menyimpang, bukan dokter yang didapat, tetapi yang ada dikirim ke Pulau Buru. Memoar ini merupakan kesaksian dari pelakunya, Bung Kresno Saroso, saat masih menajdi mahasiswa kedokteran di FKUI, hingga "pengasingannya" di Pulau Buru. Kekuatan buku ini justru terletak pada "status" penulisnya yang bukan seorang tokoh. Perjalanan hidup manusia memang tak terduga, tak seorangpun yang membayangkan akan dikirim ke Pulau Buru, sebuah Digul versi Orde Baru. Nilai-nilai kemanusiaan terpancar kuat dari memoar ini. Misalnya, bagaimana upaya para tapol agar tetap survive di dalam penjara, seperti mengkonsumsi tikus hidup-hidup. Juga bagaimana, para tapol mengekspresikan rasa tertekannya, dengan membantai aparat yang congak.
Tags from this library: No tags from this library for this title. Log in to add tags.
Star ratings
    Average rating: 0.0 (0 votes)
Holdings
Cover image Item type Current library Home library Collection Shelving location Call number Materials specified Vol info URL Copy number Status Notes Date due Barcode Item holds Item hold queue priority Course reserves
Books SMA IPEKA Tomang General stacks 923. SAR d (Browse shelf(Opens below)) Available 0240200004

Buku Dari Salemba ke Pulau Buru ini berisi tentang memoar seorang tapol orde baru. Dimana, pada masa mudanya penulis bercita-cita ingin menjadi seorang dokter, tetapi jalan hidupnya terlalu jauh menyimpang, bukan dokter yang didapat, tetapi yang ada dikirim ke Pulau Buru. Memoar ini merupakan kesaksian dari pelakunya, Bung Kresno Saroso, saat masih menajdi mahasiswa kedokteran di FKUI, hingga "pengasingannya" di Pulau Buru. Kekuatan buku ini justru terletak pada "status" penulisnya yang bukan seorang tokoh. Perjalanan hidup manusia memang tak terduga, tak seorangpun yang membayangkan akan dikirim ke Pulau Buru, sebuah Digul versi Orde Baru. Nilai-nilai kemanusiaan terpancar kuat dari memoar ini. Misalnya, bagaimana upaya para tapol agar tetap survive di dalam penjara, seperti mengkonsumsi tikus hidup-hidup. Juga bagaimana, para tapol mengekspresikan rasa tertekannya, dengan membantai aparat yang congak.