Image from Google Jackets
Image from OpenLibrary

Bernadette : Kisah Penampakan Bunda Maria di Lourdes

By: Contributor(s): Material type: TextLanguage: Indonesian Jakarta Yayasan Cipta Loka Caraka 1988Description: 96 hlm. 20 cmSubject(s): Genre/Form: DDC classification:
  • 248.2
Summary: Bernadette Soubirous (1844-1879) dikarunia rahmat yang luar biasa untuk dapat memandang Bunda Maria dan berbicara dengannya. Putri dari keluarga miskin ini sangat dihormati berkat penampakan-penampakan yang ia alami. Tetapai sampai ia wafat pada usia masih muda, kehidupan sehari-harinya diwarnai oleh banyak pencobaan berat. Sebagai pembantu di di biara Lourdes, ia harus belajar dengan anak-anak yang lebih muda dan kaya, sehingga tidak jarang ia ditertawakan; masuk biara ditunda-tunda karena ia miskin dan sakit-sakitan.Perlakuan yang keras dari pembimbingnya sering ia dapatkan, namun suster Bernadette tetap bertahan, gembira dan penuh harapan. Sayang, penyakitnya membuat kandas segala rencananya dan ia meninggal dalam kesakitan. Walaupun jiwanya rapuh namun semangatnya kuat dan semakin dewasa dalam iman. Harapan untuk bertemu dengan 'wanita dari gua Massabielle' tidak pernah goyah, karena penampakan Bunda MAria ditempat ini sudah dirasakannya ' seperti berada dalam surga'.
Tags from this library: No tags from this library for this title. Log in to add tags.
Star ratings
    Average rating: 0.0 (0 votes)
Holdings
Cover image Item type Current library Home library Collection Shelving location Call number Materials specified Vol info URL Copy number Status Notes Date due Barcode Item holds Item hold queue priority Course reserves
Books SMP IPEKA Tomang General stacks 248.2 WAL b (Browse shelf(Opens below)) Available 0239700365

Bernadette Soubirous (1844-1879) dikarunia rahmat yang luar biasa untuk dapat memandang Bunda Maria dan berbicara dengannya. Putri dari keluarga miskin ini sangat dihormati berkat penampakan-penampakan yang ia alami. Tetapai sampai ia wafat pada usia masih muda, kehidupan sehari-harinya diwarnai oleh banyak pencobaan berat. Sebagai pembantu di di biara Lourdes, ia harus belajar dengan anak-anak yang lebih muda dan kaya, sehingga tidak jarang ia ditertawakan; masuk biara ditunda-tunda karena ia miskin dan sakit-sakitan.Perlakuan yang keras dari pembimbingnya sering ia dapatkan, namun suster Bernadette tetap bertahan, gembira dan penuh harapan. Sayang, penyakitnya membuat kandas segala rencananya dan ia meninggal dalam kesakitan. Walaupun jiwanya rapuh namun semangatnya kuat dan semakin dewasa dalam iman. Harapan untuk bertemu dengan 'wanita dari gua Massabielle' tidak pernah goyah, karena penampakan Bunda MAria ditempat ini sudah dirasakannya ' seperti berada dalam surga'.