Robert Boden-Powell
Material type:
TextLanguage: Indonesian Jakarta Gramedia Pustaka Utama 1994Description: 96 hlm. 21 cmISBN: - 979-605-085-4
- 923.
| Cover image | Item type | Current library | Home library | Collection | Shelving location | Call number | Materials specified | Vol info | URL | Copy number | Status | Notes | Date due | Barcode | Item holds | Item hold queue priority | Course reserves | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Books
|
SMP IPEKA Tomang | General stacks | 923. COU r/c2 (Browse shelf(Opens below)) | Available | 0239690238 |
Browsing SMP IPEKA Tomang shelves,Shelving location: General stacks Close shelf browser (Hides shelf browser)
|
|
|
|
No cover image available No cover image available |
|
|
||
| 923. BYE wp-a Why People?: Albert Schweitzer | 923. CHO a Albert Schweitzer | 923. COU r/c2 Robert Boden-Powell | 923. COU r/c2 Robert Boden-Powell | 923. DAY w Winston Churchill | 923. ERM j James Cook : Pencarian Benua Selatan | 923. GWA wp-m Why? People : Mahatma Gandhi |
Buku Robert Baden-Powell ini berisi tentang seorang pahlawan perang yang menggunakan bakat kemiliterannya untuk menciptakan gerakan kepemudaan terbesar di dunia Kepramukaan yang aktif ikut serta dalam usaha menjaga perdamaian internasional. Semua metode yang dipelajari dalam ketentaraan diterapkannya untuk menampung minta para pemuda: mengembangkan rasa kerja sama, jiwa petualang dan kecintaan terhadap alam. Kisah Baden Powell menunjukkan bagaimana ia memotivasi para pemuda dengan cara mengajak berkemah di alam terbuka, melinatsi alam pedesaan di tengah segala cuaca dan menolong sesama. Ia membuat dan disiplin diri menjadi sesuatu yang menyenangkan. Keberhasilan gerakan pramuka lebih banyak disebabkan oleh karakter Baden Powell yang mengagumkan. Ia memberi kesempatan kepada para pemuda untuk menunjukkan kemampuan meskipun waktu itu mereka dianggap sebagai biang keributan. Dan hingga sekarang pun hal tersebut masih tetap sama pentingnya seperti pada saat tahun 1908. Pada awal tahun 1990-an, lebih dari 7.500.000 pramuka putri dan 16.000.000 pramuka putra yang tersebar di 150 negara dan jumlah tersebut terus bertambah.